Apa Penyebab Ketombe? - DHI Indonesia
Apa Penyebab Ketombe? Dari Jamur Hingga Kebiasaan Sehari-hari

Apa Penyebab Ketombe? Dari Jamur Hingga Kebiasaan Sehari-hari

Alasan munculnya ketombe merupakan salah satu pokok bahasan yang sering dicari, karena masalah ini umum dialami oleh banyak orang. Ketombe tidak hanya sekadar serpihan putih yang mengganggu, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya ketidakseimbangan dalam kesehatan kulit kepala. Mengetahui penyebab ketombe adalah langkah awal yang penting untuk menemukan cara yang tepat untuk mengatasinya dan mencegah kejadiannya lagi. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci berbagai faktor yang menyebabkan ketombe, mulai dari penyebab utama hingga kebiasaan sehari-hari yang sering kali tidak kita sadari.

Faktor-Faktor Utama Penyebab Ketombe

Permasalahan ketombe biasanya bersumber dari kombinasi berbagai faktor internal dan eksternal. Mengetahui apa yang menyebabkan ketombe akan membantu Anda memilih perawatan yang paling efektif.

Peran Jamur Malassezia Globosa dan Minyak Berlebih (Sebum)

Salah satu penyebab ketombe yang paling umum adalah jamur bernama Malassezia globosa, yang secara alami hidup di kulit kepala setiap orang. Jamur ini memanfaatkan sebum, yaitu minyak alami yang dihasilkan oleh kelenjar di kulit kepala. Ketika sebum berlebihan, jamur ini bisa berkembang biak dengan cepat dan memproduksi asam oleat sebagai hasil sampingannya. Asam ini dapat mengiritasi kulit kepala yang sensitif, menyebabkan percepatan regenerasi sel kulit, yang kemudian mengelupas menjadi serpihan ketombe.

Baca :  Hindari Kandungan Shampo yang Merusak Rambut, Wajib Tahu

Kulit Kepala Kering: Apakah Berbeda dengan Ketombe?

Banyak orang yang keliru menganggap bahwa kulit kepala yang kering adalah ketombe. Walaupun keduanya menunjukkan gejala berupa serpihan dan rasa gatal, penyebabnya berbeda. Kulit kepala yang kering terjadi ketika tidak ada kelembapan yang cukup, sementara ketombe lebih sering disebabkan oleh kelebihan minyak dan aktivitas jamur. Namun, ketombe bisa menjadi lebih parah jika kulit kepala terlalu kering, sehingga membentuk siklus yang sulit diatasi.

Kondisi Medis: Dermatitis Seboroik

Dalam situasi yang lebih serius, ketombe yang parah bisa disebabkan oleh dermatitis seboroik, yaitu kondisi radang kulit yang kronis yang juga memengaruhi kulit kepala. Kondisi ini menyebabkan kulit kepala merah, gatal, dan bersisik tebal. Jika Anda mengalami gejala semacam ini, perawatan mandiri mungkin tidak mencukupi, dan Anda perlu mendapat diagnosis serta perawatan dari dokter spesialis.

Gaya Hidup dan Faktor Eksternal yang Memicu Ketombe

Selain faktor biologis, gaya hidup dan lingkungan juga berkontribusi besar sebagai pemicu terjadinya ketombe.

Stres: Pemicu Ketombe yang Sering Diabaikan

Stres dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kulit kepala. Saat seseorang mengalami stres, tubuh cenderung memproduksi hormon yang dapat meningkatkan produksi minyak di kulit kepala, menciptakan kondisi yang ideal bagi jamur pemicu ketombe untuk tumbuh dengan baik.

Baca :  Minuman Manis Menyebabkan Rambut Rontok? Pahami Hubungan Ilmiahnya

Pola Makan dan Gizi

Konsumsi nutrisi yang tidak seimbang, khususnya kekurangan vitamin B, zinc, dan lemak sehat, dapat berdampak buruk bagi kesehatan kulit kepala. Pola makan yang kurang baik bisa menjadikan kulit kepala lebih rentan terhadap peradangan serta infeksi jamur.

Pemilihan Produk Perawatan Rambut yang Kurang Tepat

Menggunakan produk perawatan rambut seperti sampo, kondisioner, atau bahan styling yang tidak sesuai bisa mengiritasi kulit kepala dan menimbulkan alergi atau penumpukan residu. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan alami kulit kepala dan memicu timbulnya ketombe. Mencuci rambut terlalu sering atau tidak cukup juga bisa memperburuk kondisi ketombe kering dan ketombe basah.

Hubungan Antara Penyebab Ketombe dan Rambut Rontok

Banyak orang yang mengalami kedua masalah ini sekaligus: ketombe dan kerontokan rambut. Sering kali, kedua permasalahan ini saling terkait. Peradangan serta rasa gatal akibat ketombe yang parah dapat merusak folikel rambut dan melemahkan akar rambut, sehingga berujung pada kerontokan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menangani kedua masalah tersebut secara tepat dan segera.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Berkonsultasi dengan Ahli?

Jika Anda sudah mencoba berbagai cara untuk mengatasi ketombe tetapi masalah ini masih berlanjut, ini adalah saat yang tepat untuk mencari bantuan dari seorang ahli. Ketombe yang tak kunjung hilang, terutama jika disertai kerontokan rambut yang signifikan, bisa jadi tanda adanya masalah yang lebih serius pada kesehatan kulit kepala Anda.

DHI Indonesia menawarkan konsultasi gratis dengan dokter spesialis yang dapat melakukan evaluasi yang akurat terhadap kondisi kulit kepala Anda dan memberikan solusi yang cocok. Jangan biarkan penyebab ketombe mengganggu kesehatan rambut Anda. Segeralah kunjungi klinik DHI Indonesia untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan rencana perawatan yang sesuai, sehingga Anda bisa memperoleh solusi yang lengkap dan profesional.